Menu Tutup

Candidasa Pelarian Dari Hiruk Pikuk Kuta Seminyak

Candidasa kawasan wisata yang memabawa kita pada ketenangan di pulau dewata

Wisata Candidasa – Hiruk pikuk Kuta dan Seminyak tak ayal lagi menjadi tontonan keseharian. Bisa dimengerti, karena desa wisata ini memiliki Pantai yang lebih dulu terkenal. Siapa yang tidak kenal jejeran pantai Kuta, Legian, Seminyak, magnet utama tempat bersantai para turis asing maupun lokal. Ditambah ketersediaan fasilitas di Desa Wisata ini memang sangat lengkap, termasuk jaraknya yang tidak terlalu jauh ke Bandara Ngurah Rai Bali.

Tetapi buat yang ingin mencari ketenangan di Bali, daerah Kuta dan Seminyak tidak menjadi Rekomendasi utama. Alternatifnya kita bisa menuju kawasan yang lebih sepi dan santai. Setelah baca beberapa referensi saya akhirnya memutuskan untuk mencoba daerah Candidasa. Dan benar saja daerah wisata ini memang tergolong sepi dan sangat cocok untuk pelancong mencari ketenangan.

Lokasi Candidasa Karangasem Bali

Daerah Candidasa terletak di bagian Timur Bali. Tepatnya di Kabupaten Karangasem Bali. Untuk mencapai daerah ini sebenarnya sangat mudah. Cukup dengan memesan Taxi Resmi dari Bandara Ngurah Rai dengan harga sekitar Rp 400.000an kita langsung diantar ke Hotel yang kita tuju. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 3 – 4 jam. Kalau kita dapat sopir taxi yang baik, bisa minta berhenti di beberapa titik yang kita anggap bagus.

Perjalanan menuju dareah Candidasa juga bisa dibilang bagus. Karena letak jalan raya yang hanya beberapa ratus meter dari bibir laut. Disepanjang perjalanan kita disuguhkan pemandangan laut biru hingga sampai ke daerah wisata Candidasa.

Hotel dan Penginapan di Candidasa

The Natia Seaside Hotel berada tepat di pinggir laut kawasan wisata Candidasa yang tenang.
The Natia Seaside Hotel berada tepat di pinggir laut kawasan wisata Candidasa yang tenang.

Penginapan sendiri bisa dibilang cukup banyak di Candidasa. Dari murah sampai yang menawarkan kemewahan sepertinya ada. Tapi jangan berpikir penginapan atau hotel yang berharga murah ini tidak nyaman dan bagus. Hotel dengan harga Rp 200.000 – Rp 300.000an juga menawarkan akomodasi yang baik. Seperti hotel yang saya pesan, The Natia A Sea Side Hotel, bisa dikatakan hotel ini hotel kecil. Dengan kapasitas kamar hanya kalau tidak salah 11 kamar. Tapi kelebihan hotel ini letaknya yang langsung berbatasan dengan laut. Dengan fasilitas kolam renang, jadi ketika kita berenang rasanya seperti berenang dilaut, karena sejauh mata memandang pemandangan terhampar birunya laut.

Sebenarnya dideretan hotel yang Saya singgahi ini juga banyak hotel-hotel lain dengan harga yang relatif sama. Kenapa saya memilih hotel ini karena letaknya yang berada dipinggir Jalan utama, Jalan Raya Candidasa. Beberapa hotel lain dengan harga yang tidak jauh berbeda dengan hotel yang saya inapi bahkan menawarkan pemandangan lebih bagus. Tetapi biasanya agak masuk ke dalam dari Jalan Raya Candidasa, bisa lebih dari 1 km. Saya khawatir kalau memesan hotel yang agak jauh dari jalan utama akan kesulitan untuk mencari tempat makan.

Tempat Makan dan Restoran di Candidasa

Disepanjang jalan utama Candidasa terdapat banyak sekali deretan┬ácafe dan restoran. Tapi untuk wisatawan lokal agak kurang pas. Karena kebanyakan cafe dan restoran menawarkan menu bagi para bule. Sedangkan menu dengan citarasa Indonesia sepertinya hanya sebagai pelengkap saja. Beberapa cafe juga ada yang menawarkan minuman beralkohol seperti Bir dan Wine, jadi buat yang suka santai sembari nge-wine bisa mencoba di cafe-cafe ini. Untuk harga sesuai dengan target market cafe dan restoran ini, tentu diseusaikan dengan standar Bule. Makanan satu porsi bisa mencapai Rp 40 – Rp 50 ribuan, sedangkan minuman paling murah sekitar Rp 25 ribuan. Untuk makan berdua waktu itu bisa menghabiskan harmpir Rp 200.000.

Kalau untuk selera lokal dan murah bisa ke pusat jajanan warga lokal. Di tempat ini berkumpul penjual makanan yang sepertinya tidak dikhususkan untuk pelancong. Banyak pemuda-pemudi setempat yang pacaran dan makan di tempat ini. Letaknya juga seru, di tanah lapang pinggir laut. Sambil makan ditiup semilir angin laut, dingin-dingin gimanaaa gitu. Kalau saya tidak salah lokasi pusat jajanan ini tidak jauh dari Gapura Selamat Datang Candidasa.

Menu makanan yang ditawarkan juga beragam dan semuanya makanan lokal. Sate, Nasi Goreng, Baso, Mie Ayam, dan makanan lokal lainnya. Untuk harganya sendiri yang disesuaikan dengan kantong warga lokal, dari Rp 5000 an – Rp 20.000 an. Menurut salah satu pekerja hotel tempat saya menginap yang juga berjualan di tempat ini, Pusat jajanan ini buka dari sore sampai malam hari. Kalau siang katanya tidak banyak yang berjualan.

Tempat Wisata Menarik Candidasa

Virgin Beach berlokasi tidak jauh dari kawasan wisata Candidasa, pantai pasir putih yang bagus dan masih sepi.
Virgin Beach berlokasi tidak jauh dari kawasan wisata Candidasa, pantai pasir putih yang bagus dan masih sepi.

Beberapa tempat wisata bisa dengan mudah diakses dari Candidasa. Wisata alam ataupun wisata budaya semua bisa dijelejahi hanya dengan beberapa menit perjalanan. Sebagai informasi tambahan angkutan umum sangat jarang atau malah tidak ada di daerah ini. Jadi lebih bagus kalau mau berkeliling menggunakan kendaraan pribadi atau sewa kendaraan seperti motor ataupun mobil. Untuk harga sewa kendaraan relatif sama dengan daerah-daerah lainnya di Bali.

Virgin Beach, Yap, benar sekali, pantai ini masih bisa kita kategorikan sebagai perawan. Perawan yang cantik bisa dibilang. Dari Candidasa bisa dicapai dengan menggunakan motor sekitar 30 menit. Dari jalan utama masih masuk ke dalam sekitar 3 km. Separuh perjalanan setelah jalan utama akan ditempuh dengan jalan yang berbatu dan tidak terlalu rata. Terutama beberapa ratus meter ke Pantai jalan masih tanah dan agak menurun jadi wajib hati-hati. Parkiran tersedia dibawah barisan pohon-pohon kelapa. Sebenarnya masih banyak pantai lain tapi disepanjang perjalanan menuju virgin beach, kita tidak sempat mampir dan karena Virgin Beach termasuk yang direkomendasikan pihak hotel.

Baca Juga : Virgin Beach Candidasa Bali, Ini Baru Pantai Sebenarnya

Pantai ini masih sepi dan bersih. Meskipun ada juga turis-turis yang asing dan lokal yang berkunjung ke Virgin Beach, tetapi tidak seramai pantai Kuta atau Seminyak. Pemandangan tentu saja indah, perpanduan birunya laut dan hijaunya perbukitan. Di pantai ini kita bisa berenang atau sekedar bersantai di pinggir pantai. Buat yang ingin berenang ombak tidak terlalu besar jadi rugi kalau tidak mencoba.

GIli Tupekong Salah satu lokasi snorkling di Candidasa. Sebelum ke tempat ini pastikan gelombang tidak besar, karena waktu saya ke sini gelombang besar jadi tidak jadi snorkling.
GIli Tupekong Salah satu lokasi snorkling di Candidasa. Sebelum ke tempat ini pastikan gelombang tidak besar, karena waktu saya ke sini gelombang besar jadi tidak jadi snorkling.

Snorkeling dan Memancing di Laut, Kalau mau melakukan kegiatan snorkeling atau mancing dilaut lebih mudah lagi kalau kita menginap di hotel yang leteknya berbatasan langsung dengan laut. Tinggal menuju tangga belakang dan kalau memungkinkan silahkan snorkling dan memancing. Sedangkan kalau mau yang agak Jauhan ada beberapa titik yang disarankan. Waktu saya menyewa kapal untuk snorkling di sekitar Gili Tupekong Harga sewa kapal lumayan mahal, yang paling murah setelah tawar-menawar Rp 300.000 selama 3 jam. Alat snorkeling sudah dipinjamkan oleh pemilik kapal.

Jangan lupa untuk memastikan pemilik kapal membawa kita ke tempat snorkeling yang gelombang airnnya relatif tenang. Jangan mau dibawa ke tempat snorkeling yang gelombangnya kencang. Karena belum sempat snorkeling sudah mabuk laut duluan dan minta pulang, rugi jadinya. Pemandangan ke arah Candidasa juga sangat bagus dilihat dari kapal.

Desa Tenganan, desa Tenganan salah satu desa tradisional di Bali yang letaknya tidak jauh dari kawasan Candidasa. Kalau kita berkunjung dibulan Juli kita bisa melihat perayaan adat perang pandan. Perang pandan salah satu perayaan adat yang rutin setiap tahun dilaksanakan.

Panorama dari atas bukit di Amed, Pepohonan hijau langsung menuju ke Laut.
Panorama dari atas bukit di Amed, Pepohonan hijau langsung menuju ke Laut.

Kawasan Amed, kawasan Amed jaraknya tidak bisa dibilang dekat dengan Candidasa. Kalau menggunakan sepeda motor bisa menempuh waktu 1,5 – 2 jam. Tapi rugi kalau tidak sempat main ke daerah amed ini. Tidak perlu mampir untuk snorkling atau berenang di Amed. Menyusuri jalan perbukitan yang jurangnya menyusur menuju laut sangat melegakan mata. Sepanjang jalan menuju kawasan Amed juga bagus sekali, lansekap perbukitan memayungi petak-petak sawah sangat menyejukkan mata.

Kalau memang lelah setelah perjalanan menuju ke Amed, kita bisa mampir ditempat makan sekitar jalan menuju amed. Daerah amed tergolong masih sepi, waktu berkunjung ke daerah ini sangat sedikit rumah-rumah penduduk. Sepanjang jalan malah lebih banyak ditemui hotel, penginapan serta cafe dan restoran. Di kawasan Amed juga ada desa wisata tradisional tapi tidak sempat berkunjung dan kelelahan.

Amed juga sering dijadikan tempat diving bagi pecinta pemandangan bawah laut. Menurut penduduk sekitar pemandangan bawah laut Amed Juga cukup bagus. Selain tentunya lokasi kapal karam yang menjadi lokasi yang sering dikunjugi para penyelam.

Beberapa tempat-tempat menarik lainnya masih banyak di sekitar Candidasa. Yang penting jangan bosan untuk menjelajahi dan mendatangi tiap sudut tempat. Pasti kita bisa menemukan tempat-tempat yang bukan diperuntukan bagi turis tetapi tetap tidak kalah bagus.

Pengalaman Keseluruhan Mengunjungi Candidasa

Saya sudah beberapa kali ke Bali dan Candidasa merupakan salah satu tempat yang susah untuk dilupakan. Alam, Lingkungan, serta penduduk sepertinya bersepakat bahwa Candidasa layak untuk dikunjungi. Puas dan menyenangkan, itu yang bisa gambarkan. Segala sesuatunya terlihat tepat, Hotel, tempat makan, tempat wisata, serta hal-hal kecil lainnya. Kalau ada kesempatan, buat sekedar bersantai saya pasti akan mengunjungi tempat ini lagi.

4 Comments

  1. Pingback:Mau Menginap di Hotel Area Kuta Legian Seminyak, Yakin? - Rubrik Wisata

  2. Tita

    Trims sudah berbagi ttg Candidasa, ya! Very useful! Pas banget, kami berencana ke Candidasa pada Maret 2016, insyaAllah. Hotel yang akan kami sewa pun sama dng Anda: The Natia. Apakah bisa sewa perahu untuk keliling dan snorkling dari hotel? Sepertinya ada beberapa perahu di belakangnya. Maksudnya sih biar ga repot harus cari di pantai lainnya karena keterbatasan waktu. Kami berencana eksplor Candidasa pada hari terakhir, dari pagi hingga waktu check out.
    Trims, ya. Kami tunggu responsnya.

  3. Stogz

    @Tatia : Setau saya hotel natia tidak menyewakan perahu mbak, tapi klo mau sewa perahu buat explore atau snorkeling bisa meminta bantuan ke pihak hotel. Waktu kita disana juga minta bantuan karyawan hotel wayan jr.

    Dia yang mencarikan kapal nelayan, untuk harganya kita nego sendiri. Waktu itu harga sewa kapal Rp 300k untuk 3 jam sudah termasuk alat snorkeling. Tips dikit, alat snorkeling yang disediakan kurang bagus, kalo punya alat snorkeling sendiri lebih baik dibawa. Dan minta ke nelayan dibawa ke spot yg gelombangnya tidak begitu kencang. Jangan sampe rencana mau snorkeling malah mabok laut kyk kita dulu wkwkwkwk.

    Kapal berangkatnya tidak persis dari belakang hotel, agak jalan sedikit ke arah kolam teratai, soalnya pas dibelakang hotel natia ada semacam dam pemecah ombak jadi kapal susah masuknya. Semoga membantu

    Thx

  4. Pingback:Pesona Lokasi Snorkeling Pulau Menjangan Karimun Jawa - Rubrik Wisata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *