Menu Tutup

Coban Rondo 7 Mitos Wisata Air Terjun

mitos coban rondo
Share

Wisata Air Terjun Coban Rondo berada di jalan Coban Rondo, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Jawa Timur. Wisata ini banyak diminati wisatawan karena keindahan alamnya yang memesona. Namun, di balik keindahan air terjun ini, menyimpan banyak mitos yang bahkan sampai saat ini masih dipercayai oleh masyarakat. Berikut rangkuman mitos-mitos yang ada di Air Terjun Coban Rondo.

Baca: COBAN RONDO Malang Tiket & Aktivitas Wisata

1. Nama Coban Rondo

Pertama, mitos tentang asal nama Coban Rondo. Air Terjun Coban Rondo merupakan tempat yang digunakan oleh Dewi Anjarwati ketika menunggu suaminya, Raden Baron Kusuma. Ia menunggu suaminya yang bertarung melawan Joko Lelono yang hendak merebut dirinya.

Keduanya akhirnya gugur, namun Raden Baron Kusuma sudah berpesan pada punokawan untuk menyembunyikan Dewi Anjarwati. Kemudian jadilah tempat persembunyian in bernama Coban Rondo yang artinya Air Terjun Janda.

2. Kesialan Bagi Pengunjung Yang Berpacaran

Kedua, tentang larangan berpacaran di area wisata Air Terjun Coban Rondo. Mitos ini berkaitan dengan tradisi masa lalu yang kemudian dipercayai masyarakat. Wisatawan yang datang ke objek wisata ini dengan berpacaran atau dengan pasangan namun belum menikah akan mengalami kesialan.

Pasangan muda-mudi yang belum terikat dalam pernikahan, diyakini tidak akan sampai ke pelaminan usai berkunjung ke Coban Rondo. Hal ini didasarkan pada cerita bahwa kutukan dari Dewi Anjarwati tak ingin orang lain bersenang-senang di atas penderitaannya.

3. Tulah Karena Buang Sampah / Buang Air Sembarangan

Ketiga, adanya mitos tentang larangan untuk buang sampah bahkan buang air sembarangan. Lokasi wisata ini dipercayai banyak dihuni makhluk penunggu. Maka wisatawan yang datang harus menaati peraturan tertulis di sana. Di antara peraturan itu adalah larangan untuk buang air sembarangan dan buang sampah sembarangan.

Konon wisatawan yang melanggar peraturan ini dapat kena tulah. Selain itu, resiko yang didapatkan ketika melanggar adalah kerasukan makhluk halus. Beberapa wisatawan yang melanggar pun ada yang sampai diikuti makhluk halus sampai rumah.

Baca: Taman Hiburan Di Kota Batu Sekitarnya 6 Terpopuler

4. Tradisi Selapanan Jawa

Keempat, adalah mitos tentang menghormati tradisi selapanan bagi orang Jawa. Selapanan merupakan tradisi 35 hari setelah berlangsungnya pernikahan dalam adat Jawa. Tradisi ini merupakan pelarangan pertemuan dengan anaknya setelah acara perkawinan.

Baru setelah selapan selesai ada tradisi untuk mempertemukan kedua keluarga besar mempelai. Mitos ini dipercayai oleh masyarakat sekitar daerah Coban Rondo. Bahkan jika tidak melakukan atau melanggar, yang terkena hukuman adalah pasangan itu sendiri.

5. Mahluk Astral Di Hutan Coban Rondo

Kelima adalah mitos yang ada di Hutan Coban Rondo. Salah satunya berada di lokasi perkemahan yang ada area hutan pinus tersebut. Konon, pernah ada wisatawan yang datang ke sini dengan rombongan kampus. Rombongan tersebut adalah mahasiswa yang menjalani OSPEK.

Makhluk astral yang ada di sana pun akan bereaksi ketika ada wisatawan yang melanggar etika atau membuat kegaduhan pada malam hari. Teriakan dan kata-kata kotor pun dipercayai dapat menimbulkan tulah bagi wisatawan itu sendiri.

Baca: 7 Fakta Jatim Park 2 Yang Menarik Bagi Wisatawan

6. Pesugihan Di Air Terjun

Keenam adalah mitos tentang pesugihan yang ada di sana. Mitos pesugihan ini dipercayai oleh masyarakat tertentu namun tidak menjadi sebuah legenda yang terkenal. Bahkan, banyak tempat pun memiliki mitos pesugihan ini. Orang-orang yang gelap mata dapat melakukan pesugihan ini.

Caranya harus melakukan perjanjian gaib dengan penguasa yang juga gaib di Air Terjun Coban Rondo. Misalnya memberi seserahan, persembahan atau bahkan tumbal. Namun metode pesugihan dengan tumbal ini yang sebenarnya dilarang. Meski demikian, mitos ini turut mewarnai keastralan Coban Rondo.

7. Dewi Anjarwati Yang Masih Bermukin Disini

Ketujuh adalah mitos tentang Dewi Anjarwati yang dipercaya masih ada di sana. Kadang-kadang bagi seorang indigo yang dapat melihat makhluk astral, keberadaan Dewi Anjarwati sering diketahui. Keberadaan legenda yang terus meluas, menambah keyakinan pada masyarakat mengenai hal ini. Dewi Anjarwati dipercaya masih sering menangis sambil terduduk di dekat air terjun. Bahkan terkadang, ingin mengajak wisatawan perempuan yang datang untuk berdialog dengannya.

Segala mitos dan keanehan objek wisata tersebut memang spesial dan menyimpan daya tarik tersendiri. Terlepas dari itu, pemandangan alam yang disajikan oleh wisata alam Coban Rondo memang istimewa dan natural.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *